KEDIRI, 20 Desember 2025 – Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri kembali menunjukkan eksistensinya dalam kancah internasional. Pada Sabtu (20/12), FTIK sukses menyelenggarakan agenda Pengabdian Masyarakat Internasional yang bertempat di Kidemas Dermo, Kota Kediri.

Acara ini menghadirkan dosen FTIK UNP Kediri, Made Ayu Dusea Widyadara, M.Kom., sebagai pemateri utama dalam sesi pelatihan yang melibatkan kolaborasi antara UNP Kediri dan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia.

Edukasi Peluang Ekspor Batik dan Wayang

Dalam sesi tersebut, Made Ayu menyampaikan materi bertajuk “Peluang Ekspor Batik dan Wayang melalui Integrasi Teknologi”. Di hadapan para peserta, beliau membedah bagaimana potensi produk budaya lokal Kediri dapat menembus pasar internasional dengan memanfaatkan platform digital dan sistem informasi manajemen yang tepat.

Materi ini menekankan pada:

  • Pemanfaatan sistem e-commerce internasional untuk produk kerajinan.
  • Pentingnya branding berbasis nilai budaya pada batik dan wayang agar kompetitif di pasar global.
  • Alur logistik dan standarisasi kualitas produk untuk memenuhi permintaan luar negeri.

Delegasi Internasional dari UTP Malaysia

Program pengabdian ini terasa istimewa dengan kehadiran delegasi besar dari UTP Malaysia. Sebanyak 30 mahasiswa internasional turut serta dalam pelatihan ini untuk belajar langsung mengenai potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Selain itu, rombongan didampingi oleh 4 dosen pendamping, di mana salah satunya adalah Saravanan Muthiah, pakar dari UTP yang turut memberikan perspektif global dalam diskusi.

Kehadiran mahasiswa dan dosen dari Malaysia ini menciptakan ruang pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan yang dinamis. Para mahasiswa UTP tampak antusias mempelajari bagaimana kearifan lokal seperti batik dan wayang dapat bertransformasi menjadi komoditas ekspor yang bernilai tinggi melalui sentuhan teknologi.

Wujud Sinergi FTIK untuk Masyarakat

Kegiatan ini dikawal langsung oleh FTIK UNP Kediri yang menaungi lima program studi: Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknik Elektro. Melalui kolaborasi ini, fakultas berharap dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga Kidemas Dermo sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi sivitas akademika.

“Melalui kolaborasi dengan Bapak Saravanan Muthiah dan tim dari UTP, kami ingin membangun ekosistem di mana teknologi dapat membantu UMKM lokal go-global. Kehadiran 30 mahasiswa Malaysia di sini juga menjadi ajang promosi budaya Kediri secara langsung,” ujar perwakilan pimpinan FTIK UNP Kediri.

Dengan terlaksananya pengabdian internasional ini, FTIK UNP Kediri semakin mantap dalam mewujudkan visinya sebagai pusat inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan diakui di level mancanegara.

Leave a Comment